HALO Desa

Rembug Tani Petani Dusun 3 Ulatan Fokus Perkuat Kelompok dan Akses Program Bantuan

×

Rembug Tani Petani Dusun 3 Ulatan Fokus Perkuat Kelompok dan Akses Program Bantuan

Sebarkan artikel ini
img 20260519 wa0000

Parigi Moutong, HALOSulteng Suasana musyawarah petani di Dusun 3 Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (11/5/2026) berlangsung hangat dan penuh gagasan.

Dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Bainugio dan Kelompok Tani Mekar Jaya, duduk bersama merumuskan langkah strategis penguatan sektor pertanian di tingkat dusun.

Forum rembug tani tersebut tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan.

Salah satu keputusan utama adalah pendataan dan penguatan kelembagaan dengan mengidentifikasi petani yang belum tergabung dalam kelompok tani agar segera masuk dalam struktur kelembagaan yang ada.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses petani terhadap berbagai program pemerintah dan bantuan pertanian.

Selain penguatan kelembagaan, petani juga menyepakati penyusunan proposal usulan bantuan benih, sarana produksi pertanian (saprodi), serta alat dan mesin pertanian (alsintan) yang akan diajukan kepada instansi terkait.

Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas petani juga menjadi perhatian utama melalui rencana pelatihan pembuatan pupuk organik sebagai upaya mendorong pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

Forum juga menetapkan kesepakatan pertemuan rutin minimal dua kali dalam sebulan untuk memperkuat penyuluhan dan pembahasan teknis budidaya serta persoalan pertanian di lapangan.

Penyuluh Pertanian Desa Ulatan, Fadel S.P., yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa rembug tani merupakan titik penting dalam menyatukan arah pembangunan pertanian di tingkat desa.

Ia menilai bahwa kesepakatan yang lahir harus benar-benar dijalankan, bukan berhenti pada forum musyawarah.

“Yang paling penting dari rembug ini adalah tindak lanjutnya. Penguatan kelompok tani, pelatihan, dan pengusulan bantuan harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di lapangan,” ujarnya.

Dari unsur pemerintah dusun, Kepala Dusun 3 Desa Ulatan, M. Akin, menyambut positif hasil rembug tani tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan petani menjadi modal sosial yang kuat untuk mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayahnya.

“Ini langkah yang sangat baik. Kami berharap petani semakin solid dan apa yang diusulkan, seperti benih, saprodi, dan alsintan, bisa diperjuangkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Ulatan, Abdul Farid, yang menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mengawal hasil kesepakatan petani. Menurutnya, penguatan kelompok tani menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pemerintah desa akan terus mendorong agar kelompok tani aktif dan tertib administrasi. Semua usulan dari rembug tani ini akan kami kawal sesuai mekanisme agar bisa masuk dalam program pembangunan maupun bantuan pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan petani dari kelompok Bainugio dan Mekar Jaya menyuarakan harapan agar pemerintah dan instansi terkait lebih hadir dalam menjawab kebutuhan petani di lapangan. Mereka menekankan pentingnya bantuan sarana produksi, alat pertanian, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan agar petani dapat meningkatkan hasil dan kesejahteraan.

“Kami siap bergerak lebih maju dan berbenah. Harapan kami, pemerintah juga semakin sering hadir dan memberikan solusi nyata untuk petani di Dusun 3,” ungkap perwakilan petani.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, rembug tani di Dusun 3 Desa Ulatan diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan petani sekaligus dorongan nyata menuju pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah tersebut.*

Baca juga : Desa Ulatan jadi Lokasi Pengembangan Bawang Putih Nasional

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *