HALO Parigi Moutong

Nelayan Hilang di Bantaya Ditemukan Meninggal Dunia

×

Nelayan Hilang di Bantaya Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
img 20260419 wa0004

Parigi Moutong, HALOSulteng Seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan, Sabtu (18/4/2026).

Korban diketahui bernama Sahrul Ahmad (61), yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat pergi mencari cumi-cumi menggunakan perahu katinting pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki kebiasaan melaut semalaman dan kembali keesokan harinya. Namun hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung kembali.

Pihak keluarga bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Pos SAR Parigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tim Rescue Pos SAR Parigi bersama unsur SAR gabungan memulai operasi pencarian pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Sebelum pencarian dilakukan, tim terlebih dahulu menggelar briefing untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta pembagian tugas sesuai Standar Operasional Prosedur.

Sekitar pukul 08.45 WITA, korban akhirnya ditemukan di atas perahunya dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada pada koordinat 0°42.360’S – 120°13.534’E atau sekitar 3,3 mil laut arah selatan barat daya dari titik awal kejadian.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Pelabuhan Parigi dan tiba pada pukul 09.30 WITA. Tim SAR gabungan kemudian langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 10.15 WITA. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan apresiasi atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dalam setiap aktivitas di laut guna mencegah kejadian serupa.

Operasi ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Parigi, pemerintah desa, serta masyarakat setempat dengan dukungan peralatan seperti rescue car, rigid inflatable boat (RIB), peralatan SAR air, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Baca juga : Rembug Tani Ulatan: Petani Butuh Benih, Pestisida, dan Air

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *