Parigi Moutong, HALOSulteng – Upaya penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah yang melakukan peninjauan langsung terhadap usaha ternak ayam petelur milik Bumdes Bolili Jaya, Desa Ulatan.
Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Irfan A. Al Hayat, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi peluang pemberian bantuan dalam program Ketahanan Ekonomi dan Keuangan Daerah.
“Kami bersama tim sedang mengidentifikasi seberapa besar peluang untuk memberikan bantuan. Salah satu lokasi yang kami tinjau adalah Bumdes Ulatan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, usaha ternak ayam petelur tersebut dinilai telah berjalan cukup optimal. Saat ini, jumlah ayam yang dikelola mencapai sekitar 1.000 ekor dengan sistem distribusi yang dinilai sudah terbentuk.
“Dari sisi distribusi sudah ada, baik ke dapur MBG maupun ke pasar-pasar di sekitar wilayah ini. Dari segi produksi juga cukup mumpuni,” tambah Irfan.
Meski demikian, pihak BI masih akan melakukan analisis lanjutan untuk menentukan bentuk dukungan yang tepat sesuai kebutuhan Bumdes.
“Kami akan menganalisis lebih lanjut. Jika memang membutuhkan bantuan, kami akan memberikan dukungan yang sesuai,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Ulatan, Abd Farid, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran BI membuka peluang besar bagi pengembangan usaha Bumdes Bolili Jaya ke depan.
“Kunjungan ini menjadi peluang bagi pengurus Bumdes. Mereka datang melakukan peninjauan dan menawarkan dukungan sesuai kebutuhan yang bisa didanai,” katanya.
Di sisi lain, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Ulatan, Fadel, menjelaskan bahwa pendampingan terhadap usaha ternak ayam petelur terus dilakukan, baik dari aspek teknis maupun manajerial.
“Kami mendampingi secara teknis dan manajemen, mulai dari pengelolaan pakan, produksi, hingga penanganan kendala seperti sanitasi, karena ayam petelur rentan terhadap penyakit,” jelas Fadel.
Selain itu, pihaknya juga aktif membangun komunikasi lintas sektor, baik dengan pemerintah maupun swasta, guna mendukung pengembangan usaha tersebut.
“Kunjungan dari BI ini merupakan hasil dari komunikasi yang kami bangun. Alhamdulillah mereka turun langsung meninjau kandang,” tambahnya.
Ia berharap ke depan akan ada intervensi nyata yang dapat memperkuat dan mengembangkan usaha ternak ayam petelur Bumdes Ulatan sebagai salah satu penggerak ekonomi desa.
“Pendampingan melalui komunikasi yang intensif dengan pengurus BUMDES kami lakukan guna memastikan pengelolaan teknis usaha ayam petelur bisa berjalan baik, khususnya sanitasi karena ayam petelur rentan terhadap penyakit, Kami juga membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan swasta untuk mendukung usaha BUMDES ini,” pungkasnya.
Baca juga : Rembug Tani Ulatan: Petani Butuh Benih, Pestisida, dan Air






