HALO BudayaHALO Parigi Moutong

Erwin Burase: Festival Lalampa Dorong UMKM Naik Kelas

×

Erwin Burase: Festival Lalampa Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
fb img 1780927253450

Parigi Moutong, HALOSulteng Aroma khas daun pisang yang dibakar berpadu dengan gurihnya ketan dan ikan cakalang menyelimuti kawasan Eks Jembatan Timbang Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu (7/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali sukses menggelar Festival Kuliner Lalampa Toboli ke-9 yang berlangsung meriah.

Festival tahunan bergengsi ini mengusung tema “Wujud Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat” dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan.

Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bersama Wakil Bupati dan Ketua TP-PKK Kabupaten Hestiwati Nanga, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan rasa bangga atas konsistensi pelaksanaan festival yang telah memasuki tahun ke-9. Ia menegaskan bahwa Lalampa Toboli bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan identitas budaya masyarakat yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi.

“Festival Kuliner Lalampa Toboli adalah bukti komitmen kami dalam menjaga dan mempromosikan warisan leluhur. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mendorong UMKM lokal agar naik kelas,” ujar Erwin.

Ia juga optimistis bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, festival ini akan terus berkembang menjadi magnet pariwisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Gubernur Anwar Hafid. Menurutnya, Desa Toboli telah menunjukkan bahwa tradisi yang dirawat dengan baik dapat menjadi motor penggerak ekonomi.

“Tradisi yang dirawat dengan sungguh-sungguh akan melahirkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan menghidupkan perekonomian dari desa hingga provinsi,” ungkapnya.

Gubernur juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha. Ia menilai inovasi penting dilakukan tanpa meninggalkan keaslian cita rasa.

Selain itu, festival tahun ini turut membawa harapan baru bagi penataan kawasan Toboli. Menanggapi usulan pemanfaatan lahan Eks Jembatan Timbang Toboli sebagai pusat aktivitas dan rest area, Gubernur memberikan dukungan penuh.

Ia menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mengusulkan pemanfaatan lahan tersebut ke kementerian terkait.

“Lokasi ini sangat strategis untuk dikembangkan menjadi rest area representatif, sehingga pengendara dapat beristirahat sekaligus menikmati kuliner khas daerah,” tambahnya.

Kemeriahan festival ditutup dengan momen penuh kehangatan saat Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Erwin Burase berduet menyanyikan lagu di atas panggung, disambut sorak-sorai masyarakat.

Acara ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, unsur Forkopimda, pejabat pimpinan tinggi pratama, Camat Parigi Utara, para kepala desa, serta pengurus PKK se-Kecamatan Parigi Utara.

Melalui Festival Lalampa Toboli ke-9 ini, kuliner khas daerah tersebut semakin ditegaskan sebagai ikon ekonomi kreatif kebanggaan Sulawesi Tengah yang tidak hanya dikenal di jalur trans Sulawesi, tetapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih luas.

Baca juga : Pemdes Ulatan Siapkan MTQ Ke-II, Target Pembukaan Pertengahan Juni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *