HALO Desa

Program Ketahanan Pangan Jagung Mulai Ditanam di Palasa Lambori, Kades: Berbasis dan untuk Masyarakat

×

Program Ketahanan Pangan Jagung Mulai Ditanam di Palasa Lambori, Kades: Berbasis dan untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
img 5556
Pemdes dan Bumdesa Palasa Lambori melaksanakan penanaman jagung. Foto : HALOSulteng.com.

Parigi Moutong, HALOSulteng – Pemerintah Desa (Pemdes) Palasa Lambori bersama Bumdesa mulai merealisasikan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung sebagai bagian dari program pemerintah pusat yang diimplementasikan di tingkat desa.

Kepala Desa Palasa Lambori, Ridwan Lanatji menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan penanaman disebabkan oleh faktor cuaca.

“Program ketahanan pangan, khususnya tanaman jagung, merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang implementasinya melalui pemerintah desa. Keterlambatan penanaman kemarin disebabkan oleh musim kemarau yang cukup panjang. Karena saat ini sudah memasuki musim hujan, maka penanaman baru bisa kami lakukan,” ujar Ridwan usai penanaman jagung di Dusun 1, Desa Palasa Lambori, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (22/2/2026).

Meski dalam kondisi melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan, Pemdes dan Bumdesa Palasa Lambori melaksanakan penanaman jagung pada tahap awal dengan luas lahan yang dimanfaatkan sekitar 5 hektare.

“Untuk sementara ini, sekitar 5 hektare lahan kami jadikan percontohan. Penanaman dilakukan oleh teman-teman Bumdesa dan aparat desa. Ini sebagai langkah awal sebelum dikembangkan lebih luas,” jelasnya.

Ke depan, Pemdes Palasa Lambori melalui pelaksana kegiatan Bumdesa Palasa Lambori berencana membentuk kelompok tani yang diinisiasi oleh masyarakat di masing-masing dusun, termasuk di wilayah pegunungan Dusun Koja.

“Nanti akan ada kelompok-kelompok yang diinisiasi oleh masyarakat, terutama di pegunungan Dusun Koja. Di sana ada sekitar dua sampai tiga kelompok yang siap terlibat,” tambah Ridwan.

Ia berharap, percontohan yang dilakukan saat ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

“Ini contoh kecil yang kami lakukan bersama BUMDes dan aparat desa. Mudah-mudahan ini bisa menjadi gambaran bagi masyarakat bahwa program ini berbasis masyarakat dan memang diperuntukkan untuk masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *