HALO OlahragaHALO Parigi Moutong

Manajer Batu Raja FC Tomini : Lanjutan Semifinal Liga 4 Zona 2 Sulteng Tidak Sesuai Regulasi

×

Manajer Batu Raja FC Tomini : Lanjutan Semifinal Liga 4 Zona 2 Sulteng Tidak Sesuai Regulasi

Sebarkan artikel ini
1770979620872

Parigi Moutong, HALOSulteng – Polemik lanjutan pertandingan semifinal Liga 4 Zona 2 Sulawesi Tengah (Sulteng) antara Batu Raja FC Tomini dan Persikota Kotaraya kembali memicu sorotan.

Manajer Batu Raja FC Tomini, Atim, menilai sejumlah keputusan yang diambil oleh Askab PSSI Parigi Moutong tidak berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Menurut Atim, mediasi yang digelar di salah satu kafe di Parigi dinilai tidak representatif karena hanya dihadiri oleh Ketua Panitia, Pengawas Pertandingan yang diduga tidak memiliki lisensi, wasit cadangan, pelatih yang mendapat kartu merah, serta Sekretaris Umum Askab Parigi Moutong.

“Menanggapi hal tersebut bahwa kami dari Batu Raja FC Tomini menganggap bahwa mediasi yang dilaksanakan di salah satu cafe di Parigi yang hanya dihadiri oleh Ketua Panitia, Pengawas Pertandingan yang diduga tidak punya lisensi, wasit cadangan, dan pelatih yang mendapatkan kartu merah dan sekum Askab,” katanya saat ditemui di kediamannya di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat(13/2/2026).

Ia menyebut, baik dirinya selaku manajer Batu Raja FC Tomini maupun manajer Persikota Kotaraya tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut karena agenda pertemuan dengan Menteri Hukum yang tidak bisa ditinggalkan.

Atim juga menyoroti pelaksanaan adu penalti di Lapangan Bambalemo yang dinilai sebagai kekeliruan Komisi Kompetisi Askab. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ia menilai prosedur adu penalti tidak sesuai ketentuan karena hanya menghadirkan lima hingga enam pemain, tanpa kehadiran lengkap 11 pemain di lapangan sebagaimana mestinya, serta perangkat pertandingan yang tidak utuh dan diduga berbeda dari laga sebelumnya.

Tentang adu pinalti yang dilaksanakan di lapangan bambalemo pada hari ini yang merupakan satu kekeliruan dari Komisi kompetisi Askab PSSI Parigi Moutong

“Kami melihat video yang beredar di media sosial bahwa hanya menghadirkan beberapa pemain yang seharusnya 11 pemain di luar dari yang mendapatkan kartu merah harus berada di tengah lapangan dan perangkat pertandingan mulai dari wasit sampai pengawas pertandingan harus harus stand by tanpa ada bergantian perangkat pertandingan atau yang memimpin pertandingan sebelumnya di laga semifinal Liga 4 zona 2 Sulteng antara Batu Raja FC Tomini versus Persikota Kotaraya,” jelas Atim.

Pihak manajemen Batu Raja FC Tomini menegaskan bahwa seluruh perangkat pertandingan seharusnya memiliki lisensi resmi dan keputusan Komisi Kompetisi harus merujuk pada regulasi yang berlaku. Mereka menilai putaran Liga 4 Zona 2 Sulteng kali ini tidak berjalan sesuai standar kompetisi yang semestinya dijalankan oleh asosiasi.

“Kami dari manajemen Baturaja FC Tomini menganggap putaran Liga 4 zona 2 Sulteng sudah tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di mana setiap perangkat pertandingan menggunakan lisensi dan semua keputusan komisi kompetisi Askab PSSI Parigi Moutong menurut kami tidak sesuai dengan regulasi dan tidak menjalankan regulasi yang berlaku saat ini,” tandasnya.

Baca juga : Ketua Askab PSSI Parimo : Persikota Menang WO, Video Adu Penalti Tanpa Kiper Viral di Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *