HALO PendidikanHALO Sigi

Hadirkan Pembicara Nasional, DEMA FTIK UIN Datokarama Palu Gelar Bedah Buku “Soeharto Memang Hebat”

×

Hadirkan Pembicara Nasional, DEMA FTIK UIN Datokarama Palu Gelar Bedah Buku “Soeharto Memang Hebat”

Sebarkan artikel ini
whatsapp image 2025 11 09 at 12.38.16
DEMA FTIK UIN Datokarama menggelar bedah buku Soeharto Memang Hebat. Foto : Istimewa.

Sigi, HALOSulteng Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menyelenggarakan kegiatan Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku bertema “Mengenang Romantisme Orde Baru, Para Pemimpin Bangsa dan Bedah Buku: Soeharto Memang Hebat” di Auditorium FTIK, Kampus Dua UIN Datokarama Palu, Kabupaten Sigi, Kamis belum lama ini.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. sebagai keynote speaker, serta beberapa narasumber ternama seperti Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag., Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Saepudin Mashur, S.Ag., M.Pd.I., Penulis Buku, Wawan H. Purwanto, Pengamat Politik dan Aktivis ’98, Ray Rangkuti, Pakar Sejarawan UIN Datokarama Palu, Muhammad Nur Ahsan, dan Pemerhati Gerakan Mahasiswa, Muhammad Sadig.

Seminar ini menjadi wadah diskusi akademik untuk merefleksikan masa pemerintahan Orde Baru serta kontroversi pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Wawan H. Purwanto mendukung peran Soeharto dengan menyoroti kontribusinya dalam menurunkan inflasi, mewujudkan kemandirian pangan, serta pembangunan infrastruktur nasional. Sebaliknya, Ray Rangkuti menegaskan bahwa Soeharto gagal mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan pemerintahan yang dinilai otoriter dan sarat pelanggaran HAM.

Ketua DEMA FTIK, Ridzki Efendi, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kampus dapat berperan sebagai ruang dialog terbuka antara pihak yang pro dan kontra terhadap isu nasional.

“Harapan kami, seminar kebangsaan ini dapat membuktikan bahwa kampus bisa menjadi media penengah antar pro dan kontra yang menjadi isu sentral di media sosial maupun nasional terkait pengangkatan Pak Soeharto sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

Ridzki juga menambahkan bahwa kehadiran pembicara dari berbagai latar belakang menunjukkan kemampuan FTIK dalam menghadirkan diskusi yang berimbang.

“Itu membuktikan bahwa kami FTIK mampu menghadirkan pembicara bukan hanya dari satu sisi, melainkan dua sisi, dengan pandangan yang berbeda namun tetap dalam suasana akademik yang sehat,” lanjutnya.

Selain itu, ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat reputasi akademik kampus, tetapi juga berdampak positif terhadap pengembangan infrastruktur dan peningkatan minat mahasiswa baru.

“Semoga dengan kegiatan ini kampus dua semakin dikenal, jumlah mahasiswa bertambah, dan pembangunan fasilitas seperti auditorium dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari civitas akademika karena mampu mengangkat isu sejarah dan kebangsaan dalam perspektif ilmiah, sekaligus menumbuhkan semangat berpikir kritis di kalangan mahasiswa.***

Baca juga : Pemerataan Bantuan Listrik Jadi Fokus Wabup Parigi Moutong Lewat Program Berani Menyala

eeya   lambori       ogoansam   tingkulang ulatanulatanulatan   pebounang   palasa tangkipalasa tangkipalasa tangki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *