Donggala, HALOSulteng – Operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nur Ainun Balqis di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi dihentikan pada Minggu (22/2/2026). Dari lima orang yang berada di atas kapal (POB), tiga korban berhasil ditemukan selamat, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang.
Adapun kedua ABK yang hilang itu bernama Guswan (47) dan Adam (20). Berdasarkan laporan yang diterima, KLM Nur Ainun Balqis berangkat dari Pelabuhan Nunukan pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 02.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Saat memasuki perairan Selat Makassar pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA, kapal dihantam gelombang tinggi hingga mengalami oleng dan akhirnya tenggelam. Seluruh awak kapal berjumlah lima orang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Tiga korban kemudian ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan mitra dari Kabupaten Donggala pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WITA. Sementara dua korban lainnya belum ditemukan hingga kini.
Operasi pencarian dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu, 22 Februari 2026. Pukul 07.00 WITA, tim menggelar briefing untuk memastikan kesiapan personel, alat utama (alut), serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
Pada pukul 07.30 WITA, pencarian dilakukan menggunakan satu unit KN SAR Baladewa di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian 50 Nm. Pola pencarian dilakukan dengan track spacing 1 Nm ke arah selatan dan barat dari titik LKP, disertai evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan situasi lapangan.
Namun hingga pukul 15.30 WITA, hasil pencarian masih nihil atau belum ditemukan tanda-tanda keberadaan dua korban hilang.
Setelah dilakukan musyawarah pada pukul 15.45 WITA bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat, disepakati bahwa operasi SAR resmi dihentikan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait korban.
Hingga saat ini, dua korban masih dalam status hilang. Pihak terkait mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Makassar agar segera melapor kepada aparat berwenang jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban kecelakaan laut tersebut.*
Baca juga : Kades Ulatan Pastikan MTQ Tetap Digelar Meski Dana Desa Turun




