Parigi Moutong, HALOSulteng – Ketua Askab PSSI Parigi Moutong, Efendi Batjo menanggapi sekaitan polemik Laga semifinal Liga 4 Seri Parigi Moutong 2025-2026 Zona 2 Sulawesi Tengah (Sulteng) antara Batu Raja FC Tomini dan Persikota Kotaraya berujung kontroversi setelah pertandingan dihentikan akibat insiden kekerasan dan protes keras terhadap wasit.
Pemberitaan sebelumnya yang dimuat HALOSulteng berjudul Tak Terima Putusan Komisi Kompetisi, Batu Raja FC Tomini Minta Diskualifikasi Persikota Kotaraya. Di mana Manajer Batu Raja FC Tomini, Atim menolak hasil sidang Komisi Kompetisi Askab PSSI Parigi Moutong yang juga termuat dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Kompetisi Askab PSSI Parigi Moutong tertuang dalam surat bernomor 6/Askab-PSSI-PM/II-2026 yang ditandatangani Ketua Komite Kompetisi Drs. H. Mahfuz bersama tiga anggota komite pada Rabu (11/2/2026).
Ketua Askab PSSI Parigi Moutong, Efendi Batjo, menegaskan bahwa keputusan terkait pertandingan antara Batu Raja dan Persikota sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Kompetisi.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat melakukan intervensi terhadap hasil rapat yang telah diputuskan setelah melalui proses pengkajian dan pengumpulan data oleh Komite Kompetisi.
Menurut Efendi, keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan resmi di tingkat Komite Kompetisi dan wajib dihormati oleh semua pihak.
“Itu adalah hasil rapat mereka (Komisi Kompetisi Askab PSSI Parigi Moutong) setelah mempelajari dan mengumpulkan data. Kita semua harus menghormati keputusan tersebut,” ujarnya ketika dihubungi redaksi HALOSulteng.com melalui via whatsapp, Jumat (13/2/2026).
Ia juga berharap kedua manajemen klub dapat menerima dan mengikuti putusan yang telah ditetapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga yang mewakili Askab Parigi Moutong.
Lebih lanjut, Efendi menjelaskan bahwa persoalan ini tidak masuk dalam kategori gugatan atau protes yang harus diselesaikan melalui Komite Disiplin.
Ia menyebut pertandingan berjalan normal sebelum akhirnya terhenti lima menit menjelang berakhirnya babak kedua.
“Saya kira ini sudah jelas dalam putusan Komite Kompetisi,” tambahnya.
Berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya dari Ketua Komite Kompetisi, pelaksanaan adu penalti tetap dijadwalkan. Namun, karena tim Batu Raja tidak hadir, maka Persikota dinyatakan menang walk over (WO). Sementara itu, penentuan juara Liga 4 Zona 2 Sulteng untuk sementara waktu masih ditunda.
“Saya baru dapat info dari ketua komite kompotisi bahwa adu pinalti jadi di laksanakan namun kerena batu raja tidak hadir maka Persikota dinyatakan menang WO, yang di tunda adalah penentuan juara zona 2,” ujar Efendi.
Dalam menindaklanjuti keputusan Askab PSSI Parigi Moutong laga lanjutan pertandingan semifimal Liga 4 Zona 2 Sulteng antara Batu Raja FC Tomini versus Persikota Kotaraya dilaksanalan dengan adu tendangan penalti di Lapangan Patriot Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat 13 Februari 2026, kick off pukul 08.00 wita.
Menariknya, dalam video yang beredar di media sosial diposting pemilik akun Facebook bernama Cornerskick, nampak 5 pemain mengenakan kostum warna hitam, sedangkan satu pemain lagi sedang bersiap untuk melakukan tendangan dari titik putih ke gawang tanpa kiper, pada Jumat (13/2/2025).
Bahkam terdengar suara yang memberikan aba-aba dengan kata satu, kemudian wasit meniup peluit. Selanjutnya pemain bernomor punggung 4 dari Persikota Kotaraya menendang bola ke gawang.
Postingan tersebut, sejak berita ini diterbitkan telah di komentari 127 dan disukai 51 pengguna Facebook dan 18 kali dibagikan.

Salah satu pengguna Facebook, pemilik akun dengan nama Isman Taman mempertanyakan pelaksanaan Liga 4 dalam komenternya.
“Apaan ini …? Liga 4 bgini e ?? Baru tau juga sy,” tulisnya.
Senada dengan itu, pemilik akun bernama Adhan memberikan pertanyaan atas video yang beredar tersebut.
“Liga 4 ini atau liga deker? Bertanya dengan nda paling halus dan halus skali,” tulis Adhan dalam kolom komentar.






