Parigi Moutong, HALOSulteng – Pemerintah Desa (Pemdes) Palasa Tengah menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Palasa Tengah ke 147 tahun dengan mengusung tema “Merawat Kebersamaan Melanjutkan Pembangunan”, di Baruga Lapangan Bumi Angin Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (4/1/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt Camat Palasa, Atlantik, Kepala Desa (Kades) Palasa Tengah, Abdul Rauf, Ketua BPD Palasa Tengah, Abdul Mugni, Polsek Tomini, dan sejumlah Tokoh Masyarakat Palasa Tengah.
Kades Palasa Tengah, Abdul Rauf mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana HUT Desa Palasa Tengah ke 147 yang telah berupaya mensukseskan kegiatan tersebut.
“Terimakasi kepada seluruh panitia yang sudah bekerja dalam mensukseskan penyelenggaraan HUT Desa Palasa Tengah ke 147 saat ini,” ucap Abdul Rauf dalam sambutannya.
Di usia lebih dari satu abad bukanlah waktu yang singkat bagi Desa Palasa Tengah. Di mana Desa Palasa dahulunya merupakan sebuah perkampungan. Berdiri sejak tahun 1878 dengan nama Ompogang Papontian dibawah pemerintahan tradisional yang dijalankan oleh Jogugu Ko atas perintah Olongian.
Toponimi Desa Palasa berdasarkan peristiwa terdamparnya ikan raksasa memiliki panjang 15 meter, lebar 5 meter, dan tinggi badan kurang lebih 3 meter di pesisir pantai Ompogang Papontian. Ikan ini dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Iange Papalasa artinya Ikan Papalasa. Meskipun demikian, belum diketahui ikan Papalasa termasuk jenis ikan paus atau bukan.
Lambat-laun pemerintahan tradisional bergeser menjadi system pemerintahan modern. Lalu, atas dasar kesepakatan bersama para tokoh masyarakat ketika itu. Semula nama Ompogang Papontian berubah menjadi Palasa.
Setelah itu, Desa Palasa masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tomini. Namun, tak berselang lama, Kecamatan Tomini mekar. Terbagi menjadi dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Tomini dan Kecamatan Palasa. Secara otomatis Desa Palasa tergabung dalam wilayah administratif Kecamatan Palasa.
Pada saat Kecamatan Palasa resmi menjadi salah satu wilayah kecamatan Kabupaten Parigi Moutong. Maka, nama Desa Palasa ditambah kata “Tengah” sehingga secara administratif tertulis Desa Palasa Tengah. Perubahan itu untuk membedakan letak geografis dan administrasi kependudukan dengan desa yang juga memiliki awalan kata ‘Palasa’ seperti Desa Palasa Lambori dan Palasa Tangki.
Desa Palasa Tengah ditetapkan secara definitif beralih menjadi sebuah desa pada tahun 2008. Berikutnya, Desa Palasa Tengah melahirkan 3 desa yakni Desa Palasa Lambori, Palasa Tangki, dan Desa Bambasiang.
Abdul Rauf menyatakan, berkat perjuangan para pendahulu sehingga saat ini masyarakat dapat menikmati hasil perjuangan tersebut. Di mana terbentuknya sebuah Desa Palasa Tengah. Kini, Desa Palasa Tengah berada dibawah kepemimpinannya sebagai kepala desa periode 2021-2027 setelah terpilih dalam Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kades Palasa Tengah pada 2025, mengantikan kepala desa sebelumnya Almarhum, Asalin Andiana.
“147 tahun bukan waktu yang singkat hampir satu setengah abad. Kita bisa menikmati hasil perjuangan dari para pemimpin terdahulu dan para tokoh pemekaran sampai sekarang ini menjadi sebuah desa. Desa Palasa Tengah,” ujar Abdul Rauf.
Menurutnya, hal ini sebagaimana dalam catatan budayawan, Almarhum, Ismail Palabi, yang mengarsipkan sejarah Kecamatan Tomini yang masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Donggala saat itu. Sekarang Kabupaten Parigi Moutong.
Lebih lanjut, Abdul Rauf mengajak seluruh masyarakat untuk bahumembahu membangun Desa Palasa Tengah.
“Marilah kita bersama-sama membangun desa tercinta ini. Saya mengajak seluruh masyarakat bersatu padu untuk membangun Desa Palasa Tengah. Kita Bersama-sama membangun desa ini menjadi desa yang lebih maju,” ajaknya.
Sebagai penerus tongkat estafet pemerintahan Desa Palasa Tengah. Abdul Rauf menegaskan bahwa sudah sepantasnya, baik pemerintah desa maupun masyarakat dapat menjaga warisan dari para pejuang pemekaran desa serta pemimpin-pemimpin sebelumnya untuk mewujudkan harapan mereka, demi membawa perubahan besar terhadap Desa Palasa Tengah.
Sementara itu, Plt Camat Palasa, Atlantik mengungkapkan, Desa Palasa Tengah merupakan desa induk di Kecamatan Palasa. Lahirnya desa ini hasil perjuangan tokoh-tokoh terdahulu.
“Desa Palasa Tengah sebagai desa induk di Kecamatan Palasa. Desa ini lahir atas hasil perjuangan dari orang tua kita dulu,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemdes Palasa Tengah yang sekarang memiliki tanggungjawab moral dan tanggungjawab kelembagaan dalam menjalankan roda pemerintahan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Maka dari itu, Atlantik menginginkan terjalin sinergitas yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun Desa Palasa Tengah, baik saat ini dan seterusnya.
Ia mengharapkan, pemerintah desa dan masyarakat dapat membawa kemajuan terhadap Desa Palasa Tengah yang memiliki usia lebih dari satu abad. Atlantik berpesan kiranya semua generasi di Desa Palasa Tengah senantiasa ambil andil dalam pembangunan desa untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
“Bagaimana kita bawa Desa Palasa Tengah ini dengan penuh rasa cinta dan kasih dengan usia yang sudah satu abad lebih. Generasi yang ada di Palasa Tengah ini bagaimana kita bersatu membangun desa ini untuk kepentingan generasi muda selanjutnya,” harap Atlantik.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan HUT Desa Palasa Tengah ke 147 yang dirangkaikan dengan beragam perlombaan. Keikutsertaan masyarakat dari lintas generasi dalam memeriahkan Dirgahayu Desa Palasa Tengah ini, kata Atlantik, menjadi bagian dari pelestarian permainan tradisional yang patut dikenalkan khususnya kepada generasi muda.
“Saya mengapresiasi Pemdes Palasa Tengah melalui panitia pelaksana yang membuat berbagai lomba dalam memperingati HUT Desa Palasa Tengah ke 147. Hal ini bisa mengingatkan anak-abak kita terkait permainan tradisional,” tuturnya.
Bahkan kegiatan ini, menjadi nostalgia bagi generasi baby boomers yang lahir pada tahun 1946-1964 dan generasi x yang lahir di tahun 1965-1980. Sedangkan, bagi generasi milenial dan dan generasi Z yang lahir pada tahun 1981-2000, pelaksanaan HUT Desa Palasa Tengah merupakan sejarah dalam bentuk pengetahuan lokal.
Baca juga : 147 Tahun Desa Palasa Tengah : Merawat Warisan, Membangun Harapan






