HALO Parigi Moutong

Perbaikan Tanggul Pantai Ulatan Tak Hanya Lindungi Rumah, Tapi Juga Berdayakan Warga

×

Perbaikan Tanggul Pantai Ulatan Tak Hanya Lindungi Rumah, Tapi Juga Berdayakan Warga

Sebarkan artikel ini
img 20260405 142942
Gusli bersama pekerja lain mengakut coran untuk tembok perbaikan tanggul pengaman pantai Desa Ulatan. Foto : MIFTAHUL AFDAL.

Parigi Moutong, HALOSulteng – Perbaikan tanggul pengaman pantai di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah turut memberdayakan masyarakat setempat dengan melibatkan warga dalam proses pengerjaannya.

Keterlibatan warga tersebut sejalan dengan program Padat Karya Untuk Angka Kemiskinan Ekstrem Turun (PADUNGKU) yang diinisiasi oleh instansi tersebut sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung visi pembangunan daerah.

Program PADUNGKU dirancang untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah yang menjadi lokasi pembangunan infrastruktur, sehingga selain memperbaiki fasilitas publik, kegiatan tersebut juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebanyak 16 warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, dilibatkan dalam pekerjaan perbaikan tanggul pengaman pantai.

Para pekerja yang berasal dari Desa Ulatan dinilai lebih memahami kondisi lingkungan pesisir setempat, sehingga diharapkan dapat memaksimalkan proses perbaikan tanggul agar mampu melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi dan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Salah seorang warga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, Gusli atau akrab disapa Ac mengaku senang dapat dilibatkan dalam perbaikan tanggul pengaman pantai di Dusun II, Desa Ulatan.

“Kami senang dilibatkan dalam pekerjaan ini, karena ini juga merupakan kampung kami,” kata Ac saat ditemui di lokasi pekerjaan, Minggu (5/4/2026).

img 20260405 142744
Gusli bersama pekerja lain usai mengakut coran untuk tembok perbaikan tanggul pengaman pantai Desa Ulatan. Foto : MIFTAHUL AFDAL.

Menurutnya, sebagai warga yang lahir dan besar di Desa Ulatan, dirinya bersama pekerja lainnya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi wilayah, termasuk kebutuhan terhadap keberadaan tanggul pengaman pantai.

“Sebagai orang kampung yang tinggal dan lahir di Desa Ulatan, memang kami paham betul mengenai kondisi di desa kami, apalagi soal pekerjaan tanggul ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pekerja yang mayoritas merupakan warga setempat berkomitmen untuk memaksimalkan pekerjaan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, juga didorong oleh kedekatan emosional dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Desa Ulatan, karena sebagian dari mereka merupakan keluarga dan kerabat para pekerja.

“Karena penerima manfaat yang tinggal di pesisir pantai Desa Ulatan adalah keluarga kami, jadi kami berupaya agar perbaikan tanggul ini bisa berguna untuk menghindari banjir rob dan sebagainya,” tuturnya.

Selain memberikan perlindungan bagi permukiman warga dari ancaman abrasi dan gelombang pasang, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Ac pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan kesempatan kerja kepada warga melalui kegiatan perbaikan tanggul tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Cikasda Provinsi Sulteng yang sudah memberikan kami pekerjaan melalui perbaikan pengaman tanggul pantai Desa Ulatan, sehingga ada lapangan pekerjaan bagi kami,” tandasnya.

Baca juga : Tantalo’an: Warisan Budaya dari Tanah Lauje

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *