Parigi Moutong, HALOSulteng — Pengangkatan Rusmin Suseno yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Mepanga menjadi Camat Palasa oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menuai kekecewaan dari tim pemenangan Erwin–Sahid pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)2024 lalu. Kekecewaan tersebut muncul lantaran jabatan strategis di tingkat kecamatan itu tidak diberikan kepada figur lokal, padahal Pelaksana Tugas (Plt) Camat Palasa sebelumnya, Atlantik, telah kurang lebih dua tahun menjalankan roda pemerintahan dan dinilai memahami karakter wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.
Diketahui, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di halaman kantor Bupati Parigi Moutong, pada Jumat (30/1/2026).
Eks Kordinator Kecamatan (Korcam) Palasa Tim Pemenangan Erwin Burase dan Abdul Sahid, Isnan merasa kecewa terhadap keputusan sosok pemimpin daerah karena tidak memberikan kesempatan kepada putra daerah dari Kecamatan Palasa untuk menduduki jabatan penting di kecamatan tersebut. Sebab, ia menganggap, Atlantik pantas untuk di berikan apresiasi karena telah mengabdi kurang lebih dua tahun sebagai Plt Camat Palasa sebelumnya.
“Kami dari tim merasa kecewa. Kenapa bukan anak daerah yang dijadikan Camat Palasa. Apalagi Pak Atlantik sudah kurang lebih dua tahun menjadi Plt Camat Palasa, seharusnya pak bupati bisa memeberikan apresiasi kepada Plt Camat Palasa, yang sudah berdedikasi” katanya saat dihubungi melalui via Whatsapp, Selasa (3/2/2026).
Isnan menyatakan, dirinya mewakili Kordinator Desa (Kordes) dan sejumlah jajaran tim pemenangan Erwin-Sahid dari seluruh desa di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong untuk menyampaikan keresahan ini.
Ia mengatakan bersama jajaran tim pemenangan Erwin-Sahid menghargai keputusan Bupati Parigi Moutong yang telah melaksanakan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (30/1/2026). Namun, dirinya perlu mengutarakan aspirasi ini yang mengarah pada harapan agar pimpinan kecamatan berasal dari figur yang telah mengenal wilayah secara langsung.
“Kami menghormati sepenuhnya kewenangan bupati dalam melakukan penempatan pejabat. Namun kami sebenarnya berharap pertimbangan terhadap rekam jejak di wilayah tugas serta kedekatan dengan kondisi masyarakat dapat menjadi salah satu indikator utama,” ujarnya.
Ia menilai, penempatan pejabat di wilayah tersebut seharusnya lebih mempertimbangkan kesinambungan kepemimpinan serta pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Isnan mengungkapkan, kekecewaan ini bukan atas ketidaksukaan kepada personal pejabat dari kecamatan lain yang akan memimpin Kecamatan Palasa. Pihaknya menerima kehadiran Camat Palasa yang baru dan akan mendukung berbagai program serta kegiatan pemerintahan kecamatan. Tetapi, Isnan justru mempersoalkan mengapa bukan figur lokal yang ditunjuk sebagai Camat Palasa.
Oleh karena itu, Isnan mempertanyakan alasan tidak dilanjutkannya kepemimpinan Atlantik sebagai camat definitif. Menurutnya, pengalaman Atlantik selama menjabat Plt menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pelayanan publik dan melanjutkan program-program yang telah berjalan.
“Jadi menimbulkan pertanyaan dari kami kenapa orang lain yang menjabat sebagai Camat Palasa. Padahal Pak Atlantik sudah dua tahun menjabat Plt, sehingga tidak diangkat menjadi Camat Palasa. Ada hal apa,” tegas Isnan.
Ia menambahkan, kesinambungan kepemimpinan diyakini dapat mempercepat realisasi program pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga : Kecewa Penunjukan Camat Palasa, Ketua PKC LS-ADI Palasa Ingatkan Bupati Soal Good Government







