Parigi Moutong, HALOSulteng – Kepala Desa Ogoansam, Musrip Lihawa, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa hanya bergantung pada Dana Desa semata. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah strategis dan pendekatan lain agar berbagai kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi meski di tengah keterbatasan anggaran di desa.
Musrip mengungkapkan, sejak tahun 2025 dirinya telah melakukan perhitungan dan perencanaan terkait program yang bisa dilaksanakan pada tahun 2026. Informasi mengenai keterbatasan anggaran tersebut, kata dia, sudah diketahui sejak tahun sebelumnya sehingga perlu disikapi dengan perencanaan matang.
“Langkah-langkah itu saya siapkan untuk kepentingan masyarakat, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” ujar Musrip dalam pertemuan di Kantor Desa Ogoansam, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (10/2/2026).
Meski memiliki keterbatasan untuk hadir langsung ke ibu kota kabupaten, provinsi, hingga pusat, Musrip mengaku tetap melakukan upaya lain melalui pendekatan emosional dengan jejaring yang dimilikinya di berbagai tingkatan pemerintahan. Pendekatan tersebut mulai intens dilakukan sejak dirinya terlibat dalam berbagai kegiatan gubernur.
Ia menambahkan, pemerintah desa memiliki kewajiban menyampaikan seluruh kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan hingga kebutuhan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, keterbatasan Dana Desa tidak boleh menjadi penghalang untuk menyuarakan kepentingan warga.
“Kebutuhan masyarakat tidak bisa dibatasi hanya karena anggaran desa terbatas. Masih ada langkah lain yang bisa dilakukan, seperti mengusulkan ke pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, Musrip berharap berbagai kebutuhan masyarakat Desa Ogoansam tetap dapat terakomodasi melalui sinergi lintas pemerintahan demi percepatan pembangunan desa.






