HALO PendidikanHALO Sigi

DEMA FTIK UIN Datokarama Gaungkan Moderasi Beragama

×

DEMA FTIK UIN Datokarama Gaungkan Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
whatsapp image 2025 11 09 at 11.48.22
DEMA FTIK UIN Datokarama menggelar Dialog Kebangsaan. Foto : Istimewa.

Sigi, HALOSulteng Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menyelengarakan Kegiatan Dialog Kebangsaan, di Warkop FEKON, belum lama ini.

Kegiatan Ini mengusung tema “Merawat Kedamaian Bumi Tadulako, Moderisasi Beragama Sebagai Penangkal Radikalisme dan Politik Indentitas”. Di mulai pada pukul 20.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini sangat spesial karena menghadirkan Bapak. Prof. Dr. H. Saepudin Mashur S.Ag., M.Pd.i selaku Praktis pendidikan  dan Dekan FTIK sekaligus Keynote Speaker pada kegiatan ini. Serta beberapa pembicara lainnya, yaitu Bapak Rey Rangkuti selaku Pengamat Politik, Bapak Wawan H. Purwanto selaku Pengamat Intelijen, dan Bapak Muhammad Sadig selaku Pengamat gerakan mahasiswa.

Ridzki Efendi selaku Ketua DEMA FTIK berharap kita dapat merawat kedamaian dengan moderasi beragama dan menjauhi radikalisme serta politik identitas melalui gerakan mahasiswa yang lebih soft dan idealistik.

“Harapan kami, dengan pemateri-pemateri yang luar biasa ini, kita dapat bersama-sama merawat kedamaian dengan moderasi beragama sebagai penangkal dari radikalisme dan politik identitas,” ujarnya.

Ridzki Efendi menambahkan, “Kita bisa menjauhi hal-hal tersebut dengan gerakan-gerakan mahasiswa yang lebih soft, idealistik, dan dengan gerakan-gerakan mahasiswa yang betul-betul mengandalkan isi kepalanya, bukan dengan egonya sendiri.”

Terakhir ia berharap semogah dengan kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk merancang dan mengusulkan kegiatan yang lebih bermanfaat ke depannya.

“Dan juga, semoga dengan kegiatan ini, kita bisa merancang dan mengusulkan kegiatan yang lebih bermanfaat ke depannya, serta menghindari praktik idealisme dan politik identitas yang dapat memecah belah masyarakat, terutama di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Baca juga : Old Star 40+ Bumi Angin Cup I 2025, Ajang Nostalgia Para Legenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *