Parigi Moutong, HALOSulteng – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Rusno Tanriono meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong memprioritaskan perbaikan irigasi Palasa.
Irigasi Palasa merupakan sumber air untuk persawahan di Desa Palasa Tengah dan Palasa Tangki sekira 265 hektar. Sejak 2019 hingga sekarang irigasi Palasa tidak berfungsi lagi karena mengalami rusak berat.
Ketua Fraksi Nasdem Parigi Moutong menegaskan, bahwa kerusakan irigasi Palasa tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, menurut Rusno, irigasi Palasa menyangkut isi perut masyarakat Desa Palasa Tangki dan Palasa Tengah, pun masyarakat Kecamatan Palasa.
“Soal irigasi kalau bisa di prirotasikan karena ini menyangkut isi perut. Kalau bisa diberikan perhatian penting untuk perbaikan irigasi Palasa,” kata Rusno dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Palasa, di Gedung Bobato, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (27/1/2026).
Meskipun demikian, sebelumnya upaya perbaikan telah dilakukan beberapa kali. Sayangnya, pemanfaatan terhadap irigasi Palasa tidak berlangsung lama.
Oleh karena itu, Rusno mengharapkan Pemda Parigi Moutong melalui Sekretaris Bapelitbangda Parigi Moutong, Krisdaryadi Ponco Nugroho. SATU.M.Si bersama Plt Kadis Perumahan dan Pemukiman Parigi Moutong, Andri Wijaya, yang turut hadir dalam Musrenbang Kecamatan Palasa dapat memperhatikan perbaikan irigasi Palasa.
Senada dengan itu, Kepala Desa (Kades) Palasa Tangki, Haris mengusulkan permintaan perbaikan irigasi.
“Kami Pemdes Palasa Tangki juga mengusulkan mengebai perbaikan irigasi Palasa,” ucapnya.
Ia menyetakan, persoalan irigasi Palasa menjadi masalah yang terus berlarut-larut karena belum dapat terselesaikan sampai sekarang.
“Sekaitan masalah irigasi merupakan masalah yang terus menjadi pembahasan karena belum dapat terselsaikan. Kami berharap agar irigasi Palasa dapat menjadi prioritas pemerintah daerah,” sebut Haris.
Sementara itu, Sekretaris Bapelitbangda Parigi Moutong, DR. Krisdaryadi Ponco Nugroho. SATU.M.Si mengungkapkan sekaitan irigasi Palasa menjadi kebutuhan mendasar bahkan menjadi urat kehidupan bagi masyarakat.
“Bahwa irigasi Palasa sudah menjadi kebutuhan bahkan juga menjadi urat kehidupan masyarakat unuk menghidupi banyak orang ,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan, usulan perbaikan irigasi Palasa dapat kembali diajukan dan dituntaskan secara menyeluruh sesuai harapan masyarakat. Namun demikian, perbaikan total irigasi tersebut diperkirakan membutuhkan pembiayaan yang cukup besar.
“Irigasi Palasa akan menjadi salah satu fokus dan konsen utama. Melalui Musrenbang ini, usulan akan kita dorong tidak hanya di tingkat daerah, tetapi hingga ke tingkat nasional,” ujar DR. Krisdaryadi Ponco Nugroho.
Menurutnya, irigasi Palasa merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, khususnya bagi sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga setempat. Oleh karena itu, perbaikannya menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani secara berkelanjutan.
Dalam proses pengusulan ke tingkat nasional, pemerintah daerah juga akan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan, termasuk data teknis dan citra satelit. Dokumen tersebut diharapkan mampu menjustifikasi kondisi lapangan secara objektif, bahwa jaringan irigasi Palasa benar-benar mengalami kerusakan signifikan.
“Yang terpenting, saat pelaksanaan nanti kita bisa menunjukkan kondisi riil di lapangan. Jika itu tervalidasi dengan baik, maka akan menjadi atensi serius dari kementerian,” tandasnya.
Baca juga : Basarnas Pos SAR Luwuk Berikan Edukasi Risiko kepada Petugas Lapas Kelas IIB Luwuk






